Thursday, October 27, 2016

Kurang Motivasi


Kalau musim gugur, seharusnya semua makanan berasa enak. Tapi aku sebenernya ngga suka musim gugur atau dingin, jadinya kaya ada penyakit "ngga niat ngapa-ngapain". Masakpun jadi males, bangun pagi juga males, ngurus anakpun males hahaha... Keterlaluan banget ya. 

Tapi kalau udah ada anak, ngga bisa ditelantarin gitu aja, jadi tetep harus nyiapin makan 3x sehari. K sendiri juga sebenernya dikantor dapet makan sehari 3x, tapi dia cuma makan pas lunch aja. Jadi tiap pagi atau malam dia selalu makan dirumah. Kadang2 aku sering rayu dia supaya makan dikantor aja, supaya aku ngga masak atau beberes cuci piring gitu... Tapi dia ngga mau. Jadinya aku ngga bisa libur masak. Dan ngga mungkin juga dia aku masakkin seadanya, karena udah capek kerja pasti pengen makan yang enak ya. Dan paling ngga harus nyiapin 3 lauk tiap dinner. Aku sih bersyukur, biarpun kaya sekarang ini lagi kurang motivasi & males masak, dia ngga pernah komplain apalagi ngomel. Malah dia yang sering bilang "terima kasih, pasti capek ya hari ini...." atau kirim msg dari kantor klo dia seneng sarapan hari itu. Harusnya jadi motivasi ya buat aku, tapi ya begitulah... Harus janji sama diri sendiri supaya bisa semangat lagi :)

Kalau kaya gini, jadi kangen warteg, resto padang, abang nasgor keliling, tahu tek, pecel, dkk... Di Indo itu surganya makanan banget kayanya dr siang sampe malem. Di jpm juga ada combini & resto fast food sih, cuma beda deh.

PS : foto diatas salah satu contoh makanan yang bener2 ngga niat banget saking malesnya masuk dapur jadi super kilat. Difoto sih lumayan lah.... Tapi rasanya ngga bisa jadi mood booster hehe.


Monday, September 26, 2016

Kegiatan Anak-anak : Pemadam Kebakaran

Aku akan sharing beberapa aktifitas kami dirumah buat mengisi waktu anak kecil yang belum sekolah ini. Mungkin ada yang sudah sempet lihat di Instagramku juga, tapi sebenernya itu juga ngga semua karena kadang terlewat begitu aja sih, ngga sempet didokumentasikan(karena alesan memori hp abis buat foto-foto). Aktifitas R selama dua minggu yang lalu, temanya tentang pemadam kebakaran. Kami pinjam 3buku dari perpustakan buat dibaca. Dan karena aku sekarang masih berusaha supaya dia tau lebih banyak kosakata Bahasa Indonesia, jadinya buku ceritanya ini dibacain dalam dua bahasa. Tapi karena belakangan R lebih senang buat belajar kosakata baru dalam bahasa Jepang, jadinya yang nyantol ya banyakan bahasa Jepang juga sih. Tapi moga-moga makin gede, dia tetep mau ngomong bahasa Indonesia.

Arigato Shobojidosha
Chisai Shobojidosha
Boku no Shobosha
Untuk aktifitasnya, aku ambil dari website berikut ini : http://homeschoolcreations.com/FiremenPrintables.html


Kebetulan juga di Daiso ada jual mainan merakit mobil pemadam kebakaran, jadi aku coba bikinin. Bikininnya lama, dihancurinnya dalam sekejap aja *ketawa miris*

 

Sempet kepikiran mau ajakkin ke museum pemadam kebakaran, tapi karena kami lagi sibuk banget dan cuaca selama sebulanan ini kebanyakan hujan akhirnya ngga sempet pergi. Tapi sempet ada kejadian dideket tempat kami tinggal. Entah kejadiannya apa, aku ngga tau.... tapi kami sempet lihat banyak mobil pemadam kebakaran & ambulan dari rumah. Jadi pemadam kebakaran biasanya dipanggil untuk kasus-kasus darurat buat nolongin orang, ngga cuma buat menanganin kebakaran aja. R nya sih semangat ngintip dari beranda & jendela samping rumah, walaupun aku agak sedikit khawatir. Tapi untungnya kalau disini petugasnya rapi, jadi ngga sampai keliatan yang serem-seremnya.

Wednesday, September 21, 2016

Marriage is like a shoe

Tulisan ini didapat dari internet. Aku tidak tahu sumber aslinya darimana tapi menarik juga untuk dijadikan bahan renungan.

==================

"MARRIAGE is like a shoe. When you wear oversize, be ready to drag it along through out life, and when you wear under-size be ready to feel the pains through out life."

One thing about marriage is that you don't drop your shoe or remove it at any point, no matter how painful or how stressful it is. That is why I thought it necessary to write you this letter. 

Dear Singles, When you are ready to buy your own shoe please take note of these three things: 

PHYSICAL APPEARANCE : Do not look for the beautiful ones, the nice ones or the cheap ones. Look for the one that is your size. Not every handsome, wealthy or intelligent guy is for you, not every beautiful woman is for you. Look for the one that is meant for you, the one that aligns with your values and belief, the one who you meet at your life's journey. It is important to know where you're going in life before you think of getting a wife. 

POSITION : All sizes of shoes are not placed in the same place. There is a place for court shoes, laced up shoes, sport footwear, snickers etc. We have Children sizes, young people's sizes and the adult sizes. Know where to get your own shoe. Your size cannot be everywhere my brother, your type cannot be everywhere my sister. You cannot be a Christian, and be looking for a wife material at a club. Your wife or husband can't just be everywhere. Stick to your values and therein you shall find someone like you, but when your values are not defined anyone can just match you. Discover yourself and define your values. 

PERCEPTION : In this kind of shoe purchasing enterprise, you are not permitted to try the shoe before you buy. This is why it is important to seek guidance and counseling, from people who have bought shoes before or are into the business of directing people to the right shoes (Pastors and Relationship coaches). And most importantly to avoid much time wasting time, simply consult the SHOE MANUFACTURER to tell you your size (GOD ALMIGHTY ). 

"You do not prepare for wedding, you prepare for marriage." Ladies these days get so motivated when they attend wedding and they will quickly want to say yes to that guy. 

Wait!!! It is not just the wedding oh. The wedding is just one day. After the wedding WHAT NEXT? 

Finally, it is not something you rush to the market and just pick a shoe because you like or can purchase it. Ask questions : 
-Where is this shoe made from? (Background) 
-What's the size (Values) 
-How much (His/Her interest) 
-How long will it last (His/Her Character) 
-Who made it? (Is she/He of the same faith This is compatibility) 
-Will it match me? (This is whether he/she love you and will accept you the way you are) 

Dear one, remember many are dragging their foot and they would hardly reach their destinies, many are feeling endless pains and wish they could pull off the shoes but no way!!! I have seen people with beautiful shoes and when they show you their foot, you will see scars. 

Beloved, it is not about the physical, it is the size, you can't know the size from afar so come close, build a relationship first but remember 'you are not permitted to try it before you buy it'. 

And for those who have purchased the wrong shoes, you can still make it your size again if you'd consult the manufacturer and let Him have His way in your marriage. God bless us all.


==================

Mungkin ada orang yang setuju tapi ada juga yang tidak setuju dengan pendapat diatas. Aku sendiri mengingat perjalanan kami sampai berumah tangga sekarang ini, melewati hubungan yang bertahun-tahun juga selalu ada saatnya naik dan turun. Bersyukur kami boleh melewati banyak hal disaat suka & duka bersama-sama sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, jadi kagetnya ngga terlalu kaget-kaget banget lagi. Tapi tetep namanya manusia ngga ada yang sempurna ya, jadi yang namanya ketidak cocokan itu tetep pasti ada, tinggal bagaimana kita nyari jalan keluarnya. Banyak juga pengorbanan yang kami harus lakuin satu sama lain demi menyatukan visi. Kalau inget-inget dulu berjuang untuk ikutan konseling pernikahan selama setahun lebih rasanya sempet hampir menyerah karena kami punya prinsip yang berbeda. Kalau dulu sebelum menikah mungkin boleh berpikir untuk menyerah, sekarang setelah menikah kami harus berjuang lebih keras lagi karena kami percaya apa yang disatukan Tuhan tidak bisa diceraikan manusia, jadi kami berusaha supaya bisa terus tumbuh bersama dengan kasih Tuhan. Mungkin habis ini aku harus setuju kalo suami mau beli sepatu baru, daripada beli bini baru ya hehe :P
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...